Langsung ke konten utama

RUMAH YANG DIHADIRI MALAIKAT RAHMAT

RUMAH-RUMAH YANG DIHADIRI MALAIKAT RAHMAT

Diantaranya adalah :

1. Rumah yang diliputi zikir kepada Allah SWT yang di dalamnya ada rukuk dan sujud.

2. Rumah yang senantiasa bersih dan tidak ada najis dan kekotoran.

3. Rumah yang penghuninya adalah orang-orang yang jujur dan menepati janji.

4. Rumah yang dihuni oleh orang-orang yang senantiasa menyambung tali silaturahim.

5. Rumah yang dihuni oleh orang yang makanannya halal.

6. Rumah yang dihuni oleh orang yang senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya.

7. Rumah yang senantiasa ada tilawah Al-Quran.

8. Rumah yang dihuni oleh para penuntut ilmu. Bacaan Hadis² dan kisah para sofusoleh.

9. Rumah yang penghuninya ada isteri solehah.

10. Rumah yang bersih dari barang-barang haram.

11. Rumah yang di huni oleh mereka yang melakukan solat-solat sunat.

12. Rumah yang dihuni oleh orang yang rendah hati, sabar, tawakal, qana’ah, dermawan pemaaf yang senantiasa bersih lahir batin dan para penghuninya makan tidak terlalu banyak.

Di bawah ini akan saya paparkan beberapa dalil yang menunjukkan pada hal di atas : 

Mengenai orang-orang yang berada dalam majlis zikir Rasulullah S.A.W bersabda maksudnya :

 "Jika kalian melewati kebun-kebun syurga maka singahlah di tempat itu! Para sahabat berkata, “Apa yang dimaksud dengan kebun-kebun syurga itu wahai Rasulullah?” 

Nabi S.A.W bersabda;
 “Kelompok manusia yang berzikir. Kerana sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa keliling mencari kelompok manusia yang berzikir dan jika mereka datang ke tempat mereka malaikat itu mengitarinya," 

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi dalam buku Al-Adzkar. 

Dalam hadis lain disebutkan bahwa Rasulullah S.A.W bersabda maksudnya:

“Tidaklah sekali-kali sebuah kaum duduk dengan berzikir kepada Allah kecuali mereka akan dikelilingi malaikat dan akan disirami rahmat dan akan turun kepada mereka ketenangan. Allah akan menyebutkan tentang mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya” (HR. Muslim)

Ini semua menunjukkan bahawa zikir kepada Allah di rumah kita akan menjadikan malaikat memasuki rumah kita dan akan berada dengan kita. 

Sebaliknya rumah yang dikosongkan dengan dari zikir maka malaikat juga akan menjauhinya. Atau pun rumah yang di gantung gambar makhluk bernyawa atau patung makhluk bernyawa tidak akan di masuki oleh malaikat rahmat.

Sementara itu orang yang membaca Al-Quran disebutkan dalam sabda baginda S.A.W. : 

“Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan datangi malaikat, dijauhi syaitan dan akan membanjir pula kebaikan ke dalamnya, jika dibacakan Al-Quran di dalamnya. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat dan akan didatangi syaitan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidak dibacakan Al-Quran” (HR. Ad-Darimi).

wallahu a'lam
semoga bermanfaat...
Barokallahu fiikum.

aamiin aamiin ya rabbal a'lamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tabligh Akbar 2 September bersama Habib Muhammad Bagir Al Habsyi

   

Kuliah Ba'da Subuh Rabu 05 Agustus 2020 di masjid Sepakat Kuala Tungkal bersama KH Anwar Ardabili

Kuliah Ba'da Subuh Rabu 05 Agustus 2020 di masjid Sepakat Kuala Tungkal bersama KH Anwar Ardabili  Disunahkan berbaring miring antara keduanya antara Sholat sunah subuh dan sholat fardhu subuh. Hal ini jarang sekali dilakukan.  sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda, " Apabila salah seorang di antara kalian telah melakukan sholat dua rakaat qabliyah Subuh, maka berbaringlah di atas sisi tubuhnya yang kanan." Ini bukan satu-satunya riwayat. Imam Bukhari meriwayatkan hadis serupa dari Aisyah RA. " Apabila Nabi SAW telah sholat dua rakaat (sebelum Subuh), beliau berbaring di atas sisi tubuhnya yang kanan." Ketika berbaring sunah membaca: اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ , وَمِيكَائِيلَ , وَإِسْرَافِيلَ , وَعزْرَاعِيلَ ورَبَّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ (۳×) Allohumma robba jibrila, wa mikaila, wa isrofila, wa ajroila wa robba sayyidina Muhammadin sho...

Kuliah Ba'da Subuh Selasa 21.07.2020 di Masjid Sepakat Kuala Tungkal bersama Ustadz Fakhrul Rozi

Kitab UQUDULUJAIN hal 82 Dalam sejarah, dimasa jahilliyah ada seeorang perempuan anak Taimilah bin tsa’labah bekerja sebagai penjual samin. Suatu ketika Khawat bin Jubair Al Anshari datang untuk membeli minyak samin. lalu mereka terlibat tawar menawar. Perempuan itu membuka tali penutup wadah yang penuh berisi samin. Khawwat berkata:”Pegangi wadah ini, aku hendak melihat lihat wajah yang lain”. Lalu Khawaat membuka wadah yang lain. Setelah dilihat, Ia berkata :”Pegangi Wadah ini”. Ketika perempuan itu sedang terlena dengan wadah wadah samin yang di peganginya. tanpa terduga Khawat menubruk dirinya lalu berbuat yang tidak senonoh hingga terlampiaskan keinginannya. Setelah melakukan perbuatan itu Khawwat lari dan masuk Islam. Ia ikut perang badar. Suatu hari Rasulullah S.A.W berkata kepadanya :”Hai khawwat, bagaimana ceritanya ketika membeli samin”, Rasulullah S.A.W tersenyum. Khawwat menjawab:”Wahai Rasulullah benar benar Allah telah melimpahkan rezki pada saya, Rizki yang baik. Sekaran...