Langsung ke konten utama

Kajian Ba'da Subuh bersama Bikers Subuhan Kuala Tungkal Sabtu 01 Agustus 2020 di Masjid Hidayatul ulum MTsN oleh Ustadz Muhammad Agung Al Hafizd

Kajian Ba'da Subuh bersama Bikers Subuhan Kuala Tungkal Sabtu 01 Agustus 2020 di Masjid Hidayatul'ulum MTsN oleh Ustadz Muhammad Agung Al Hafizd


Jangan kau anggap remeh perkara walau itu kecil. Semua perkara kecil seperti sholat sunah wudhu, membaca bismillah dll. 
Keutamaan diam. 
Dari ubnu umar Rasulullah SAW bersabda siapa yng diam maka dia akan menang HR. Tarmizi. 
Diam disini bukan seperti bila ada nabinya dihina atau lainnya, diamnya yaitu mendiamkan orang yang bertikai, jika didiamkan maka akan terjadi keributan dsb. 

Dari annas Ra, siapa yg ingin selamat maka biasakan diam. 
Diamnya orang yang beriman adalah zikir. 
Islam ini jangan banyak mulut, kalo Ngopi susu gpp ataupun ngeteh. Yaitu Ngobrol perkara iman luangkan waktu sungguh-sungguh, ngebahas tentang hidayah. 

'.... Jangan sekali-kali kamu bergunjing terhadap kaum Muslimin, dan jangan sekali-kali mencari noda atau auratnya. Karena, barangsiapa yang mencari-cari noda kaum Mukminin, Allah akan membalas pula dengan membuka noda-nodanya.''

Banyak Hadis tentang diam.. 
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.”

Dalam sebuah hadits dikatakan, Rasulullah SAW. pernah bersabda :

“Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim sewaktu didunia, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat” (HR. At-Tirmidzi)

Telah dikatakan oleh Rasulullah SAW. bahwa Allah akan membuka aib seseorang yang suka membicarakan aib orang lain meskipun orang tersebut menyimpannya didalam lubang sekalipun.

Rasulullah pernah bersabda kepada sahabatnya :

“Seluruh umatku akan diampuni kecuali al-Mujahirun” Lalu sahabat bertanya “Siapa itu Mujahirun, Ya Rasulullah?” Lalu Rasulullah menjawab, “Dia yang berbuat dosa dimalam hari dan Allah SWT . menutup aibnya. Tetapi kemudian pada pagi harinya ia membuka aibnya sendiri.”

Bagi kebanyakan kaum wanita, ibu-ibu ataupun remaja putri, bergunjing membicarakan aib, cacat, atau cela yang ada pada orang lain bukanlah perkara yang besar. Bahkan di mata mereka terbilang remeh, ringan dan begitu gampang meluncur dari lisan. Seolah-olah obrolan tidak asyik bila tidak membicarakan kekurangan orang lain. “Si Fulanah begini dan begitu…”. “Si ‘Alanah orangnya suka ini dan itu…”.
Ketika asyik membicarakan kekurangan orang lain seakan lupa dengan diri sendiri. Seolah diri sendiri sempurna tiada cacat dan cela. Ibarat kata pepatah, “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak.”

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang diam (dari perkataan yang tidak ada gunanya), maka ia akan selamat (dari siksaan di hari akhir).” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad bin Hanbal dan imam At-Tirmidzi dari sahabat Abdullah bin ‘Amr r.a.

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَــــيْرًا أَوْ لِيَـصـــمُــتْ
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari]. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”

Para shahabat pun menjawab, ”Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda.”

Beliau menimpali, ”Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan, sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa orang yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya, no. 2581)
والله أعلم بالصواب 
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tabligh Akbar 2 September bersama Habib Muhammad Bagir Al Habsyi

   

Kuliah Ba'da Subuh Rabu 05 Agustus 2020 di masjid Sepakat Kuala Tungkal bersama KH Anwar Ardabili

Kuliah Ba'da Subuh Rabu 05 Agustus 2020 di masjid Sepakat Kuala Tungkal bersama KH Anwar Ardabili  Disunahkan berbaring miring antara keduanya antara Sholat sunah subuh dan sholat fardhu subuh. Hal ini jarang sekali dilakukan.  sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda, " Apabila salah seorang di antara kalian telah melakukan sholat dua rakaat qabliyah Subuh, maka berbaringlah di atas sisi tubuhnya yang kanan." Ini bukan satu-satunya riwayat. Imam Bukhari meriwayatkan hadis serupa dari Aisyah RA. " Apabila Nabi SAW telah sholat dua rakaat (sebelum Subuh), beliau berbaring di atas sisi tubuhnya yang kanan." Ketika berbaring sunah membaca: اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ , وَمِيكَائِيلَ , وَإِسْرَافِيلَ , وَعزْرَاعِيلَ ورَبَّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ (۳×) Allohumma robba jibrila, wa mikaila, wa isrofila, wa ajroila wa robba sayyidina Muhammadin sho...

Kuliah Ba'da Subuh Selasa 21.07.2020 di Masjid Sepakat Kuala Tungkal bersama Ustadz Fakhrul Rozi

Kitab UQUDULUJAIN hal 82 Dalam sejarah, dimasa jahilliyah ada seeorang perempuan anak Taimilah bin tsa’labah bekerja sebagai penjual samin. Suatu ketika Khawat bin Jubair Al Anshari datang untuk membeli minyak samin. lalu mereka terlibat tawar menawar. Perempuan itu membuka tali penutup wadah yang penuh berisi samin. Khawwat berkata:”Pegangi wadah ini, aku hendak melihat lihat wajah yang lain”. Lalu Khawaat membuka wadah yang lain. Setelah dilihat, Ia berkata :”Pegangi Wadah ini”. Ketika perempuan itu sedang terlena dengan wadah wadah samin yang di peganginya. tanpa terduga Khawat menubruk dirinya lalu berbuat yang tidak senonoh hingga terlampiaskan keinginannya. Setelah melakukan perbuatan itu Khawwat lari dan masuk Islam. Ia ikut perang badar. Suatu hari Rasulullah S.A.W berkata kepadanya :”Hai khawwat, bagaimana ceritanya ketika membeli samin”, Rasulullah S.A.W tersenyum. Khawwat menjawab:”Wahai Rasulullah benar benar Allah telah melimpahkan rezki pada saya, Rizki yang baik. Sekaran...