Tausiah bersama Bikers Subuhan Kuala Tungkal Sabtu 25.07.2020 di Masjid Almuhajirin BTN Pengabuan Permai. Bersama Ustadz Sulaiman Jazuli.
Rosulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang artinya: “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal darah tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati.” (Yang lebih benar untuk penyebutan segumpal darah (القلب ) tersebut adalah jantung, akan tetapi di dalam bahasa Indonesia sudah terlanjur biasa untuk menerjemahkan القلب dengan “hati”).
Maka hati bagaikan raja yang menggerakkan tubuh untuk melakukan perbuatan-perbuatannya, jika hati tersebut adalah hati yang baik maka seluruh tubuhnya akan tergerak untuk mengerjakan hal-hal yang baik, adapun jika hatinya adalah hati yang buruk maka tentunya juga akan membawa tubuh melakukan hal-hal yang buruk. Hati adalah perkara utama untuk memperbaiki manusia, Jika seseorang ingin memperbaiki dirinya maka hendaklah ia memperbaiki dahulu hatinya.
Bermula ini satu pasal dan yaitu setengah dari maksiat hati, bermula riya' dengan beberapa amal kebaikan karena ingin dilihat manusia.
Dan melebur akan ganjaran amal. Seperti ujub dengan menampakkan sesuatu amal kerana manusia.
Ujub ini memperlihatkan ibadahnya sendiri tanpa pernah niat lilahita'ala. Artinya ia berbuat karena amalnya sendiri (usahanya sendiri) tanpa bantuan Allah.
Ragu terhadap nikmat Allah dan terlihat biasa dengan maksiat kepada Allah.
Dan berputus asa dari rahmat Allah. Itu termasuk penyakit hati.
Dan takabur atas hamba Allah itu adalah menolak kebenaran dan menghina manusia, ia merasa baik dari orang lain.
Dan dengki yaitu menyembunyikan permusuhan ketika berkumpul dengan manusia.
Dan bermula hasad itu benci nikmat bagi orang islam, apabila tidak benci maka ia gelisah.
Dan mengungkit-ungkit dengan sedekah, dan mengungkit-ungkit sedekah itu dapat membatalkan pahala tsb.
Seterusnya terus melakukan maksiat, berburuk sangka kepada Allah dan makhluknya.
Seandainya ia diberi kemiskinan ia tidak terima.
Dan merasa bahagia melakukan maksiat baik dari dirinya maupun orang lain.
Dan menipu baik sesama orang Islam maupun orang kafir, membenci sahabat, keluarga nabi. Itu termasuk penyakit hati dan su'ul adab.
Dan merendahkan dengan apa apa yg Allah agungkan seperti meremehkan Al-Quran, ilmu dll.
والله أعلم بالصواب
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
Komentar
Posting Komentar